Rilis Berita : RESMIKAN LAB KEWIRAUSAHAAN, FE UNWAHAS SIAP CETAK ENTREPRENEUR UNGGUL


EKONOMI UNWAHAS – Mata kuliah kewirausahaan sudah masuk dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun masih banyak mahasiwa yang belum memahami pentingnya kewirausahaan. Masih banyak lulusan perguruan tinggi yang menginginkan menjadi PNS atau bekerja di BUMN. Hal ini berbeda dengan Mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas). Mereka diminta tidak hanya berfikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS) saat lulus kuliah, namun menggeluti dunia entrepreneurship atau kewirausahaan. Wakil rektor IV Unwahas Helmy Purwanto menyebutkan, mahasiswa harus memiliki skill entrepreneurship dengan segala kreatifitas yang dimiliki. Sehingga nantinya dapat membuka peluang usaha yang baru dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Peluang jadi PNS itu sangat terbatas. Setiap tahun di Indonesia 4000 kampus menghasilkan lebih dari 900 ribu lulusan. Sedangkan peluang menjadi PNS semakin dikurangi dengan adanya moratorium” sebutnya pada peresmian Laboratorium Kewirausahaan bagi mahasiswa yang dihadiri oleh para wakil rektor Universitas Wahid Hasyim, Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Hasan beserta jajarannya bertempat di Soul Cafe Jl. Durian Selatan II No.31 A Banyumanik, Semarang.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang Dr. Hasan SE.,M.Sc menuturkan, laboratorium kewirausahaan ini didirikan untuk melatih mahasiswa memiliki jiwa entrepreneurship. Saat ini terjadi pergeseran yang signifikan atas faktor produksi. Tenaga kerja dengan knowledge (ilmu pengetahuan) atau lazim disebut human capital menjadi faktor produksi yang mempunyai peranan vital.

“Human capital adalah modal terbesar dan menjadi faktor produksi kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan senjata bagi sebuah negara untuk memenangkan kompetisi global (competitive advantage of nation). Dengan pengelolaan usaha yang baik oleh diharapkan memberikan hasil yang besar return of investmen kepada investor”

Sementara itu, Wakil rektor III Unwahas Dr. Nur Cholid, M.Ag.,M.Pd menambahkan mahasiswa sangat perlu untuk dilatih berfikir kreatif dalam mengembangkan usaha. Mereka bisa melihat kondisi pasar seperti apa. Kemudian berupaya memperluas target market dengan inivasi-inovasi baru.

“Kami sebagai pimpinan Universitas sangat mendukung wirausaha yang dilakukan oleh Mahasiswa dengan membuka laboratorium ini, tentunya kami berharap hal tersebut dapat menjadi contoh bahwa Mahasiswa yang lain agar dapat berwirausaha. Setiap tahun mahasiswa yang melakukan pengembangan usaha berkesempatan mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar 20 juta” ungkap Nur Cholid.

Di lain kesempatan, owner soul cafe sekaligus Ka.Prodi Managemen FE Unwahas Ratih Pratiwi, M.Si.,MM mengatakan bahwa selama ini ada kendala dalam penentuan lokasi praktek kewirausahaan dan tidak bisa sembarangan menentukan lokasi. “dalam ilmu ekonomi, lokasi atau place merupakan komponen utama yang bisa mendukung bussines startup baru, pun demikian dengan praktek kewirausahaan mahasiswa. Perlu kejelian para mahasiswa dalam menemukan tempat praktek yang tepat. Ini adalah bagian dari tantangan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah praktek kewirausahaan. Laboratorium ini akan menjadi pusat pendidikan berkaitan kompetensi kewirausahaan, dengan menghadirkan produk asli olahan Mahasiswa yang bukan hanya dijual di Cafe ini tetapi juga dalam bentu Frozen Food” tuturnya.

Hadir pula dalam peresmian laboratorium Kewirausahaan Wakil Rektor I Dr. H. Andi Purwono M.Si dan Wakil Rektor II Khanifah SE., M.Si., Akt., CA. Peresmian laboratorium secara simbolis ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Rektor IV Dr. Helmy Purwanto, ST, MT kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Bapak Dr. Hasan SE, M.Sc selaku Dekan Fakulas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim dan diserahkan kepada Wakil Rektor I Dr. H. Andi Puyrwono M.Si.